Kontes Moms and Kids

Kebutuhan nutrisi untuk bayi diatas usia 6 bulan, merupakan hal yang menjadi perhatian utama para ibu! Kebutuhan nutrisi ini juga termasuk kebutuhan serat sayur buah ataupun kebutuhan serat anak lainnya. Masalah pencernaan anak juga seringkali menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Sebenarnya, apa saja sih nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi diatas usia 6 bulan, dan bagaimana cara memenuhinya serta apa saja kendala yang akhirnya dihadapi para ibu untuk memenuhinya. Berikut saya akan berbagi, cara saya memenuhi kebutuhan nutrisi untuk anak perempuan saya.

Saat ini anak saya genap berusia 8 bulan, awal mpasi saya langsung memperkenalkan bubur organik dan berbagai menu sekaligus, saya hanya memberikan menu tunggal untuk coba-coba di awal MPASI. Anak saya perempuan dan cukup aktif saat ini, sehingga saya tahu, bahwa kebutuhan nutrisinya pasti bertambah banyak.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk MPASI anak mulai usia 6 bulan keatas antara lain.

1. Zat Besi

Zat Besi adalah nutrisi utama yang harus diberikan sejak awal MPASI, hal ini dikarenakan setelah menginjak usia 6 bulan zat besi yang didapat dari ASI tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan anak. Si kecil membutuhkan paling tidak 11 miligram zat besi setiap hari. Zat besi ini bisa didapatkan dari hati, daging merah, ayam, ikan, telur, alpukat, brokoli, dan bayam. Namun demikian, penyerapan zat besi terbaik adalah zat besi yang didapatkan dari hewan, terutama hati yang memiliki kandungan zat besi tertinggi.

Masalah yang akan dihadapi anak, apabila kekurangan asupan zat besi ini antara ADB atau Anemia Defisiensi Besi, dimana ini akan sangat berpengaruh pada kenaikan berat badan anak, dan hingga kini sering mengakibatkan stunting atau gagal tumbuh pada anak.

2. Zinc

Selanjutnya yang juga dibutuhkan oleh bayi adalah zinc. Zinc diperlukan oleh tubuh untuk membatu sel darah putih melawan infeksi, karena itulah zinc menjadi kandungan obat yang sering diresepkan saat si kecil mengalami diare. Selain menjadi bahan bakar sel darah putih dalam melawan infeksi, zinc juga memastikan pertumbuhan dan perbaikan pada sel dalam tubuh bayi. Zinc bisa didapatkan dari daging unggas seperti ayam dan burung.

3. Kalsium dan Vitamin D

Kalsium diperlukan bayi dalam proses pembentukan tulang dalam tubuhnya, sedangkan vitamin D membantu menjaga kekebalan tubuh anak. Keduanya bisa didapatkan pada ASI, susu formula, produk olahan susu seperti yoghurt, kuning telur, dan ikan.

4. Omega 3

Omega 3 atau DHA sangat dibutuhkan si kecil untuk perkembangan otak dan mata di awal masa pertumbuhannya. Omega 3 sebenarnya sudah bisa didapat dari ASI, namun demikian agar lebih maksimal bisa juga ditambahkan alpukat dan salmon dalam MPASI nya untuk memenuhi kebutuhan Omega 3 si kecil.

5. Vitamin A, B, C dan E

Vitamin A, B, C dan E sangat dibutuhkan si kecil untuk membantu perkembangan otak dan saraf, melembutkan kulit, dan untuk menjaga kekebalan tubuh. Vitamin A bisa didapatkan dari Wortel dan Ubi Jalar, untuk vitamin B dapat dengan mengkonsumsi pisang, sayuran hijau, atau kacang-kacangan. Selanjutnya vitamin C bisa didapatkan dari tomat, melon dan strawberry, sedangkan kandungan vitamin E banyak terdapat pada biji-bijian dna sereal.

Untuk Porsi dan jadwal pemberian makanannya bisa mengikuti info dari haibunda berikut ini:

1. Untuk bayi usia 6 Bulan

  • Susu (ASI) 300-700 ml atau setara 3-5 cangkir atau setara atau 5-8 kali menyusu langsung dalam sehari.
  • 1-4 sendok makan sereal, satu atau dua kali sehari, tergantung kemampuan anak.
  • 1-4 sendok makan buah dan sayur, satu atau dua kali sehari, disesuaikan dengan minat dan kemampuan anak.
  • Sebaiknya dibuat dalam bentuk bubur halus atau pure, dan lebih encer untuk membuat bayi lebih mudah menyesuaikan teksturnya.

2. Untuk bayi usia 7-8 Bulan

  • Kebutuhan ASI masih sama, yaitu 300-700 ml dalam sehari.
  • Kebutuhan makanan utama meningkat 2 kali lipat. 4-9 sendok makan sereal, buah, dan sayur, dibagi  2-3 kali makan.
  • Tambahan 1-6 sendok makan protein per hari, baik dari daging ataupun sumber lain seperti telur, keju, atau yoghurt. (Yoghurt dan keju disarankan diberikan pada bayi usia 7 bulan keatas, karena ditakutkan sistem pencernaannya belum siap)
  • Tekstur makanan sebaiknya sudah mulai ditingkatkan, bisa dalam bentuk bubur tanpa saring atau makanan dengan tekstur lebih kasar untuk mulai melatih bayi mengunyah, namun perhatikan kesiapan bayi masing-masing.

3. Untuk bayi usia 9-12 Bulan

  • Kebutuhan akan Asi mulai menurun hingga separuhnya, yakni sekitar 200 – 400ml atau 2-3,5 cangkir susu  atau 3-5 kali menyusu dalam sehari.
  • Kebutuhan makanan utam meningkat, yakni sekitar 1/4 – 1/2 setengah cangkir biji-bijian, buah, dan sayuran, dapat dibagi dua kali sehari.
  • Ditambah protein sekitar 1/4 – 1/2 cangkir per hari.
  • Tekstur makanan ditingkatkan kembali menjadi lebih kasar, untuk melatih bayi makan menu seperti orang dewasa saat sudah 1 tahun

4. Untuk bayi usia diatas 12 Bulan

  • Bayi sudah bisa makan menu orang dewasa, dengan porsi yang disesuaikan dengan kemampuan bayi.
  • Sebaiknya tetap perhatikan kebutuhan nutrisi, dan pastikan selalu ada protein hewani ditambah sayur dan buah.

Saya termasuk ibu yang sangat mudah paranoid. Anak saya mengalami stagnan pada berat badannya, berat badannya tidak naik dan kadang turun mulai usia 5 hingga 7 bulan ini. Berbagai upaya sudah saya coba untuk menaikkan berat badan anak saya, mulai dari alpukat, konsumsi daging sapi dan kaldu sapi, memastikan anak makan hingg 1 cangkir bubur organik setiap harinya ditambah dengan protein hewani, sayur tambahan, buah, lemak dari UB, Nutrisional Yeast, dan masih ditambah biskuit dan bubur instan beberapa kali. Kadang saya sendiri merasa kasihan dengan banyaknya makanan yang harus dimakan anak saya, kadang anak saya tidak sempat banyak bermain, karena kekenyangan dan tertidur. Namun demikian saya tetap mencoba untuk tidak memaksa anak makan, karena ditakutkan anak justru trauma pada sendok dan tidak mau makan lagi.

Beberapa kali, saya bawa anak ke puskesmas dan langsung minta konsultasi nutrisi, namun demikian beratnya masih dianggap belum pada garis merah, sehingga tidak perlu terlalu khawatir. Namun naluri saya sebagai ibu, saya menyadari ada sesuatu yang menghambat pertumbuhan berat anak saya. Akhirnya saya mulai mencari info kenapa anak tidak bertambah berat badannya, dna menemukan beberapa alasan yang dapat menyebabkan anak turun atau tidak bertambah berat badannya.

Penyebab anak kurus atau berat badan anak tidak bertambah

menurut dr Meta Hanindita, dokter anak dengan sub spesialis nutrisi dari blognya adalah:

1. Kurang seimbangnya nutrisi yang didapat bayi. Pemberian nutrisi dan konsultasi nutrisi yang tepat untuk bayi sebaiknya dikonsultasikan dengan ahlinya. Dalam hal ini saya banyak mencari tahu, dan saya akhirnya berfikir, mungkin karena beberapa bulan sebelumnya saya belum sempat memberikan MPASI hati ayam yg kaya akan zat besi, dan saya berasumsi putri kecil kami, kekurangan zat besi.

2. Gen juga bisa menjadi penyebab anak kurus, sehingga untuk beberapa anak yang kurus, ada kemungkinan memang diturunkan dari gen orang tuanya yang juga kurus.

3. Bayi memasuki masa aktif pertumbuhan tinggi badan, sehingga gerak dan keaktifannya membuat berat badannya mengalami penurunan. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan selama berat bada bayi masih dalam kurva pertumbuhan wajar di kartu KMS. Saya juga merasa hal ini terjadi pada anak saya. Anak saya mulai aktif merangkak dan mencoba berdiri dengan rambatan pada usia 7 bulan, hal ini pastinya membuatnya kehilangan banyak energi.

4. Gangguan kesehatan seperti infeksi kronis, penyakit jantung bawaan, gangguan pencernaan, atau diare yang mengakibatkan nafsu makan anak berkurang. Hal ini juga sempat saya takutkan terjadi pada anak saya, terutama penyakit anemia defisiensi besi dan tuberculosis. Saya sempat takut akan ADB karena pada awal MPASI saya merasa, kurang memberikan makanan dengan porsi zat besi yang cukup, sedangkan untuk TB saya sempat khawatir karena anak saya mengalami batuk berkepanjangan dan ayah saya sebelumnya juga menderita TB, namun dari konsultasi ke beberapa dokter, saya merasa harus lebih percaya bahwa sebenarnya anak saya sehat, namun perlu ditingkatkan kembali nutrisinya.

Masih dari blog yang sama, blog dr Meta, saya juga membaca

Cara menambah berat badan bayi, yaitu:

1. Jadwalkan Pemberian MPASI

Kandungan gizi dan nutrisi dalam MPASI merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan anak.  Jadwal pemberian MPASI bisa mengikuti keterangan diatas.

2. Tambahkan margarin atau mentega pada MPASI

Lemak juga merupakan hal yang dibutuhkan oleh tubuh, namun demikian batasi penambahan lemak pada makanan bayi, cukup 1 sendok teh margarin mentega atau bisa juga menggunakan minyak jagung, minyak kelapa, santan, atau sumber lemak lainnya, tidak harus dengan unsalted butter. Dalam hal ini saya masih menggunakan unsalted butter karena lebih wangi dan enak ketika dimakan bersama bubur anak.

3. Jadikan buah sebagai selingan makan.

Buah dapat diberikan pada si kecil dalam bentuk selingan makan yakni 2 kali di sela makanan utama 3 kali sehari. Beberapa buah yang kaya kalori dan dapat digunakan untuk meningkatkan berat antara lain alpukat, pisang, atau bisa juga daging kelapa muda. Namun buah sebaiknya diberikan tidak terlalu banyak, karena dapat membuat si kecil terlalu kenyang hingga akhirnya tidak lagi mau melanjutkan makan makanan utamanya.

4. Susun komposisi MPASI dengan benar.

Ini yang seringkali menjadi PR untuk para ibu, karena kita bukan ahli gizi, tentunya sangat sulit untuk mengukur takaran nutrisi dan gizi dari setiap makanan anak. Namun demikian moms bisa gunakan patokan 1:1 untuk karbohidrat dengan lauk dan sayur. Misalnya untuk 2 sendok makan nasi, tambahkan 1 sendok makan sayur dan 1 sendok makan lauk. Selain itu, perlu juga diperhatikan, jadwal, jumlah dan tata cara pemberian MPASI. Sebaiknya batasi waktu makan bayi maksimal 30 menit, dan hanya berikan air putih di sela makan, serta ciptakan lingkungan yang mendukung proses pemberian MPASI dengan tidak memaksa anak makan. Apabila anak sudah tidak mau makan selama lebih dari 10 atau 15 menit, sebaiknya segera akhiri sesi makan, dan jangan suapi anak sambil mengerjakan pekerjaan lain.

5. Pastikan tidur bayi cukup

Hal ini juga terjadi pada Nayla sebelumnya, karena kami kurang disiplin dalam waktu tidur, akhirnya nayla sering sekali tidur jam 4 sore hingga 7atau  malam, dan akan tidur lagi jam 10 atau 11 malam, setelah membaca ini saya sadar harus mulai disiplin dengan waktu tidur anak saya. Bayi sebaiknya tidak ditidurkan menjelang maghrib, hal ini secara medis memang kurang bagus untuk kesehatannya. Bayi sebaiknya ditidurkan setelah jam 7 malam dan terus tidur pulas hingga pagi. Saat tidur, hormon bayi baru bekerja secara aktif, karena itu sebaiknya memang bayi dibuat kenyang sebelum tidur, agar tidurnya pulas hingga pagi.

Saat ini saya masih mencoba untuk meningkatkan pertumbuhan berat badan bayi saya yang alhamdulillah setelah dicoba berbagai cara, mulai mengalami sedikit kenaikan.

Namun di tengah kenaikan berat badannya itu, bayi kecil kami tiba-tiba mengalami diare ditambah dengan muntah serta batuk. Hancur sudah harapan kami untuk menaikkan berat badan si kecil. Namun ketika melihat giveaway dari Heavenly Blush, saya jadi cukup berharap lagi untuk menaikkan berat badan si kecil.

Yoghurt dikenal sebagai makanan yang dapat membantu memperlancan pencernaan anak, selain itu usia Nayla yang segera menginjak 8 bulan, sudah bisa diberikan yoghurt dan produk turunan susu lainnya. Apalagi di tengah diare dan masalah pencernaan anak kesayangan kami ini, Yoghurt anak dari Heavenly Blush, Yo! Yogurt for kids rasanya sangat cocok untuk digunakan.

Tidak hanya kandungan yoghurt dan formulasinya yang diformulasikan khusus untuk anak dan dibuat kurang asam yang membuat yoghurt ini menarik untuk saya. Yoghurt ini juga mengandung serat sayur buah yang sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan serat anak. Akhirnya, yoghurt ini menjadi yang pilihan yang akhirnya saya rasa cocok untuk dikonsumsi menjadi pelengkap nutrisi harian si kecil.

Yoghurt khusus anak ini juga tidak mengandung bahan pengawet, perasa buatan ataupun pewarna buatan. Yoghurt ini juga dapat memenuhi hingga 30% kebutuhan serat anak dan pastinya kaya akan susu dan nutrisinya. Selain memang dibuat khusus untuk anak, yoghurt ini juga memiliki beberapa varian rasa yang pasti disukai si kecil, diantaranya banana berries brocolli, raspberry pumpkin, mango carrot, dan lychee spinach.

Yang mungkin paling akan disukai anak saya adalah lychee spinach dan banana berries brocolli dua varian ini memiliki kandungan serat sayur buah yang sesuai untuk perkembangan anak saya saat ini dan rasanya juga enak dan khas untuk anak anak.

Heavenly Blush Banana Berries BrocolliHeavenly Blush lychee spinach

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lebih lanjut tentang yoghurt ini bisa dicek langsung di website resmi yoghurt anak Heavenly Blush

Saya percaya heavenly blush sebagai pelengkap nutrisi harian si kecil dan pembantu masalah pencernaan si kecil, kalau kamu? share pendapat atau rekomendasi kamu di comment ya ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *